Kamis, 21 April 2016

Merunduk nak (banyak orang)

Ada perasaan sedih setiap kali melewati jalan depan sekolah, entah karena sebelumnya melewati rumah "calon/mantan calon" atau karena aku sudah meninggalkan monster-monster kecil ku.
bukankah memang hidup ada yang harus diperjuangkan dan dikorbankan.
bukan hal mudah berubah dari Bu Guru jadi Mba-Mba.
Aku sedang tidak baik, jalan yang ku ambil saat ini sedang membuatku merasa jatuh jadi jangan mengguruiku, seolah anda ini orang paling sempurna. syukuri saja anda bukan saya. saya diam bukan berarti baik-baik saja.

Hampir setiap pulang, saya meneteskan air mata, bukan karena saya cengeng tapi karena jalan yang saya tempuh saat ini belum mudah, wajar kalau saya sedih. menikmati lelahnya bekerja yang belum punya nilai dan tidak dianggap, bahkan remeh, menikmati rasanya didiamkan, menikmati rasanya dikejar-kejar orang tuanya, menikmati rasanya jadi bahan gunjingan, menikmati tatapan entah apa. mana yang mudah??

Sangat merindukan kalian monster-monster kecil