Perempuan
tidak waras yang mencoba membangunkan jiwanya untuk tetap waras.
Sampai
tiba hujan hujatan menghantam jiwa rapuhnya, Mencoba tetap terlihat waras..
hanya ingin tetap dihargai sebagai perempuan waras, dengan segala ketidak warasannya.
Ini hanya batu krikil, dia yakin jalan di depan sana masih banyak timpukan
keras yang siap menembus batas kewarasannya. Dia tau mana yang baik, dia tau
ini itu yang tidak baik, hanya saja dia sedang terlepas dari rotasi
kewarasannya. Tuhan sedang membiarkanya mencari kewarasaannya sendiri, dan
sesekali diberi air ketenangan agar kelak bangun dari ketidakwarasannya dia tau
Tuhan ada untuk menjaganya. Menjadi waras adalah harapan kenapa dia tidak
memutus urat nadinya. Bukan berbicara tentang sesuatu yang berlebihan, tetapi
perjuangan menjadi waras jauh lebih berat dari belajar menjadi tidak waras. Kita
tau dunia ini penuh dengan orang yang bermain dengan permainan peran. Orang
waras bermain menjadi tidak waras itu mudah, tapi orang tidak waras belajar
melepas diri dari ketidak warasan sangat sulit. Jangan pernah membuatnya
semakin tidak waras.
Warasku
mengajari untuk jadi orang baik tanpa cacat dan ego. Bukan sekedar membungkuk
senyum tapi tertawa lirih saat berpapas dengan mereka pemain pertunjukan dunia.
Kadang waras ini ingin ku lepas, menimpuk keras pada layar pendamping papan
tombol yang terlihat akrab. Aku hanya ingin memulai jadi si bijak yang tenang
menyelesaikan masalah. Kali ini saja aku mohon kembalikan layar pendamping
tombol ku kekeadaan seperti semula, sebelum aku mengabaikannya sepekan lalu.
Warasku mulai memihak pergi jauh dari batas rotasi yang limit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar