Aku masih anak gadis mama
yang belum mampu mencapai mimpinya untuk membahagiakan orang tua sampai hari di
saat tulisan ini dibuat (19 Februari 2016, 10.53pm). Masih anak gadis yang
belum bisa menentukan pilihan dalam hidup, masih manja, cengeng dan tukang
ngambek. Bahkan tidak ada hal yang bisa dibanggakan.
Dua tahun pascalulus dengan
gelar sarjana belum sekalipun aku menghasilkan materi yang bisa membanggakan. Hati
kecilku berharap aku masih punya banyak kesempatan dapat melihat orang tuaku
bahagia dengan penuh kebanggaan dari semua hal yang kulakukan dan dari usahaku
yang selalu mereka doakan dan semua untuk mereka yang selalu ada untukku.
Terimakasih sebanyak yang
ada di dunia ini tidak mampu mewakili terimakasih yang ingin kusampaikan padamu
mama. Dan maaf sebanyak yang
ada di dunia ini tidak mampu mewakili permohonan maaf yang ingin
kuucapkan…
Aku masih anak gadis bapa
yang perlu dikuatkan, perlu didukung dan perlu didekap saat takut. “Ada banyak
cerita yang bahkan terlewat hanya karena kita jarang bertemu pa.. tapi rasa
sayang yang kita miliki tidak pernah lewat tanpa menghampirimu”. saat semua
beban terasa sempit satu dari sekian banyak orang di dekatku termasuk mama tapi
hanya bapa yang mengungkapkan isi hatinya, mendukung apapun keputusan yang akan
ku ambil. Meski ada kalanya kami berdebat banyak hal karena isi kepala selalu
berbeda.
Selalu ada keinginan melihat
binar bahagia yang sama seperti sopir angkot yang tadi pagi mengajakku
bercerita soal kesuksesan anak-anaknya. Akupun ingin melihat bapaku bahagia dan
bangga dengan usahaku kelak, dan tidak lagi bekerja, sudah saatnya aku jadi
anak yang berguna. Nyatanya sampai hari ini usahaku belum membuahkan hasil.
Terimakasih sebanyak yang
ada di dunia ini tidak mampu mewakili terimakasih yang ingin kusampaikan padamu
bapa. Dan maaf sebanyak yang
ada di dunia ini tidak mampu mewakili permohonan maaf yang ingin
kuucapkan.
Aku
masih kakak, adik dan teman bagi adikku satu-satunya yang paling tampan
katanya,..
Aku pernah membaca coretan
tangannya saat dia masih kecil, terselip kata-kata yang menunjukkan bahwa dia
bangga menjadi adikku, aku selalu membuatnya terkesan dengan segala hal yang
kulakukan yang belum bisa dia lalukan. Ada keinginan menjadi kebangganmu sampai
kapanpun.
Terimakasih sebanyak yang ada di dunia ini tidak mampu mewakili terimakasih yang ingin kusampaikan padamu mas. Dan maaf sebanyak yang ada di dunia ini tidak mampu mewakili permohonan maaf yang ingin kuucapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar